ojol
Penulis adalah sarjana ui yang jadi ojol. Sedikit pahit sih, cuman penulis lulus dengan nilai pas pasan di univ yang cukup bergengsi. Saat sma penulis juga bukan murid yang menonjol, cuman masuk ke univ yang bagus. Yah rezeki lah. Namun kuliah sangat berat, penulis di diagnosa depresi dan harus minum obat rutin sampai sekarang. Cuman hidup tidak sepahit itu. Setelah lulus, penulis menjadi lebih tenang. Mulai bekerja serabutan yang hasilnya lumayan di banding sampingan saat kuliah. Akhirnya menjadi ojol. Ojol adalah pekerjaan yang cukup berat. Kita harus fokus mengendarai motor dan harus menahan emosi saat bertemu penjaga warung dan pelanggan. Nanti penulis lanjutin ya.
Bersambung
Komentar
Posting Komentar